Orantua Siswa Pengeroyok Petugas Honorer Khawatir Anaknya ditolak disekolah Lain

Orangtua Siswa Pengeroyok Tenaga Honorer (Petugas Kebersihan Sekolah) Khawatir Anaknya Tidak Diterima di Sekolah Lain - Cerpen45

Sy, ayah dari NA (12), pelajar yang terbukti terlibat dalam pengeroyokan tenaga honorer di Sekolah Menengah Pertama Negeri II Galesong Selatan, Sulsel, khawatir akan nasib anaknya yang ada kemungkinan anaknya tidak akan diterima di sekolah lain karena kasus penganiayaan tersebut.

Seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya, NA bersama tiga rekannya, RD (12), IM (12), dan AK (12), sudah dikeluarkan dari sekolah karena kasus pengeroyokan.

"Kami hanya bisa pasrah mau di apa lagi dan kami ini sebagai orangtua khawatir, jangan sampai anak kami tidak diterima di sekolah lain," kata Sy, Rabu (13/2/2019).

Keputusan mengeluarkan empat siswa SMP itu diambil setelah pihak sekolah dan sejumlah instansi terkait lembaga pendidikan di Galesong melakukan rapat.  Sy berharap, jika kasus yang melibatkan anaknya menjadi pembelajaran bagi para orangtua lainnya.

"Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran bagi orangtua siswa lain agar lebih disiplin dalam mendidik anak, sebab pendidikan bukan hanya dari guru sekolah, tapi orangtua juga sangat berperan dalam hal moralitas anak-anak," ujar Sy.
Orangtua Siswa Pengeroyok Tenaga Honorer (Petugas Kebersihan Sekolah) Khawatir Anaknya Tidak Diterima di Sekolah Lain - Cerpen45
Orangtua Siswa Pengeroyok Tenaga Honorer (Petugas Kebersihan Sekolah) Khawatir Anaknya Tidak Diterima di Sekolah Lain - Cerpen45

Tenaga honorer yang menjadi korban pengeroyokan, Faisal Pole (38) mengaku, menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah mengenai kasus ini. Pria yang bekerja sebagai petugas kebersihan di sekolah tersebut hanya mau fokus untuk mengabdi di sekolah.

"Saya serahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah, sebab saya ini hanya bekerja di sini, mudah-mudahan ini kejadian yang terakhir, sekaligus menjadi pelajaran bagi kita semua," kata Faisal. Sebelumnya, kasus pengeroyokan terhadap Faisal dilakukan oleh orangtua siswa berinisial MS (48) dan anaknya IM (12), serta tiga rekan siswa lainnya yakni RD (12) dan NA (12) dan AK (12). Kejadian itu terjadi Selasa (12/2/2019) sore. Penyebab pengeroyokan ini berawal dari umpatan kasar kepada korban.

0 comments